Grahabelajar.Com: WA 089681908903

Proofreading dan Terjemahan Jogja

Pengalaman Pertama Kali Menerima Hasil Review Artikel Ilmiah di Jurnal Internasional Bereputasi

Please follow and like us:

Melalui laman ini saya ingin sekali share pengalaman pertama kali menerima hasil review artikel yang saya kirim pada jurnal internasional bereputasi. Kira-kira tahun 2006, saya diminta pembimbing S2 untuk membuat draft artikel untuk publikasi pada jurnal internasional. Tahun 2007 saya sudah memiliki SCOPUS ID, sementara di Indonesia tahun 2017 ke atas baru heboh SCOPUS.

Terus terang, saat ini saya minim sekali dengan jurnal internasional bereputasi. Dengan semangat membara, saya lembur beberapa bulan untuk menulisnya. Done! saya kirimkan (submit) hasil tulisan saya tersebut.

Kira-kira 2 bulan setelah naskah diterima, saya mendapatkan hasil reviewnya. Alamak, hasil review bikin sakit kepala, tidak enak makan dan sulit tidur. Saya hampir frustasi dan menyerah untuk mengerjakan revisiannya. Reviewer begitu teliti, bahkan sampai titik koma dan pemilihan katanya. Misalnya, kata para halaman 5 paragraf 3 baris ketiga sebaiknya diganti dengan kata lainnya yang lebih ilmiah. Contohnya lainnya adalah hasil analisa statistik terlalu susah dipahami oleh orang awam, sebaiknya ditulis ulang dengan cara yang lebih sederhana. Cari referensi penelitian relevan di Indonesia. Pokoknya, permintaanya banyak sekali. Dengan perasaan berat, akhirnya saya revisi sesuai permintaan reviewer. Kira-kira perlu waktu 1 bulan untuk merevisi dan memperbaikinya.

Mungkin saya bukanlah satu-satunya orang yang kadang susah memahami apa yang dimaksud oleh reviewer. Beberapa kali saya diminta tolong oleh kolega / teman untuk menerangkan apa maksud oleh reviewer, bahkan ada reviewer yang masukannya malah membuat artikel kehilangan ciri khasnya. Ada salah satu artikel yang saya tulis dengan kolega yang hasil reviewnya malah tidak benar. Akhirnya kami menghubungi editor dan editor akhirnya memutuskan untuk tidak merevisi sesuai arahan reviewernya. Hal ini terjadi karena reviewer tidak begitu mengerti konteks di Indonesia sehingga fakta yang ada di data dianggap aneh.

Dari pengalaman pertama itulah saya banyak belajar untuk menulis jurnal artikel. Untuk tulisan berikutnya menyasar Q2 dan Q1 dan jurnalnya masuk di ISI jurnal yang memiliki impact factor yang cukup tinggi untuk ukuran ilmu-ilmu sosial. Pengalaman kedua dan ketiga ini sungguh luar biasa. Kesimpulan saya,  untuk menghasilkan satu publikasi di jurnal internasional bereputasi khususnya jurnal-jurnal TOP memerlukan perjuangan yang luar biasa. Tidak boleh menyerah dan harus terus maju. Semoga pengalaman ini bermanfaat pagi pengunjung / pembaca yang kebetulan menemukan artikel saya ini.

Related Post

Artikel Terbaru

Follow my Twitter

The Author

Nanang Bagus Subekti

Nanang Bagus Subekti adalah seorang akademisi, peneliti dan pemerhati pendidikan tinggal di Yogyakarta. Saya menggunakan website ini untuk berbagi informasi. Semoga bermanfaat. Follow Instagram @nanangbagussubekti, Twitter @nb.subekti, E-mail: grahabelajar@gmail.com, SCOPUS AUTHOR ID: 35337950600, ORCID: 0000-0001-9779-916X

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Grahabelajar.Com © 2018