Kegagalan Dalam Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris

Oleh Nanang Bagus Subekti

Rendahnya hasil pembelajaran Bahasa  Inggris di Indonesia masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan. Secara formal, hasil tes kemampuan siswa-siswa di Indonesia melalui Ujian Nasional (UN) hasilnya masih relatif rendah. Untuk mengatasi rendahnya hasil pembelajaran bahasa Inggris, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan revisi kurikulum sekolah berkali-kali. Ironisnya, hasil tes kemampuan bahasa Inggris siswa-siswa tetap masih relatif rendah. 

Penguasaan kosakata yang baik menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam berbahasa, khususnya dalam menguasai bahasa Inggris. Semakin terbatas kosakata bahasa Inggris yang dikuasai, semakin terkendala dalam memahami dan menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu, diperlukan upaya bagaimana membantu siswa atau pembelajar untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris.

Penulis beberapa kali melakukan penelitian sederhana yang melibatkan beberapa siswa dan mahasiswa tentang faktor utama penyebab gagalnya mereka memahami bahasa Inggris. Hampir 90% responden menjelaskan jika salah satu penyebab kegagalan adalah terbatasnya jumlah penguasaan kosakata bahasa Inggris. Mereka mengakui bahwa karena keterbatasan kosakata tersebut, mereka kesulitan memahami bacaan-bacaan berbahasa Inggris, menulis dalam bahasa Inggris, memahami audio berbahasa Inggris dll. Jadi, peningkatan kosakata bahasa Inggris tidak bisa dipandang sebelah mata dan diajarkan sambil lalu. 

Secara sederhana, dengan mudah kita bisa memberikan beberapa contoh pentingnya penguasaan kosakata bahasa. Misalnya, bagaimana seseorang bisa memahami sebuah teks bahasa Inggris dengan banyaknya kosakata bahasa Inggris yang ditemukan dalam teks. Permasalahan seperti ini tentu bisa terjadi pada keahlian berbahasa lainnya seperti menulis (writing), berbicara (speaking) dan mendengarkan (listening).

Rendahnya penguasaan kosakata bahasa Inggris disebabkan salah satunya oleh minimnya penggunaan bahasa Inggris baik secara pasif maupun aktif. Tanpa disadari kegiatan membaca adalah salah satu strategi untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris. Dalam sebuah penelitian oleh Subekti & Lawson (2007) dilaporkan manfaat membaca sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris. 

Saya pribadi merasakan manfaat yang luar biasa dari membaca untuk meningkatkan penguasaan kosakata. Apa yang saya baca? Saya membaca berbagai artikel dalam bahasa Inggris baik cetak maupun elektronik. Saya lebih senang membaca materi-materi ringan dalam bahasa Inggris yang dibagikan melalui media sosial. Dalam kegiatan membaca, yang saya tekankan adalah kebiasaan untuk melatih dan menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi bagian dari kehidupan seperti umumnya orang Jawa yang bisa berbahasa Jawa dan Indonesia secara bersamaan.

Semoga tulisan sederhana ini memberikan inspirasi pentingnya memiliki penguasaan kosakata bahasa Inggris cukup supaya bisa memahami dan menggunakan bahasa Inggris. Membaca bisa dipergunakan sebagai salah satu cara untuk terus beriteraksi dengan kosakata bahasa Inggris, sehingga penguasaan kosakata akan meningkat.

 Referensi:

Subekti, N. B., & Lawson, M. J. (2007). Vocabulary acquisition strategies of Indonesian postgraduate students through reading. International Education Journal, 8(2), 485-496.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

30 ÷ = 3

Grahabelajar-Jogja: SMS/WA 089-681-908-903 © 2016

Enjoy this blog? Please spread the word :)

error: Content is protected !!